Kamis, 08 Agustus 2019




JOGJAKU


11.    Pertemuan awal di makassar

“ lagu yui tokyo mengalun indah dari hp ku”, ibu menelpon menyakan kan pasti keberangkatan ku ke kota daeng yaitu kota makassar. Disela telpon itu kudengar pesan nya, hati-hati jaga kesahatan dan blaa blaa, tapi terdengar isak tangisanya dari hp ini, ia bilang maaf yah nak , ibu nggk bisa kasih uang untuk ke berangkatan mu “, entah dari mana tiba-tiba air hangat sialan ini jatuh. “ nggak apa-apa buuu, kan seluruh uanag nya di bayarin kampus bu, jadi nggak usah kawatir, salam dengan bapak yah bu. Dan telpon itu terputus.

entah dari mana , air itu terus mengalir membasahi kelopak mataku. ini berangkat ku terjauh stelah kemarin pada bulan November 2014 kebandung dalam acara Indonesian Youth Agriculture Forum 2014, sebenarnya aku terus ketawa dalam hati selama perjalanan tersebut, aku satu-satunya perwakilan daerah Sumatera barat yang lolos, dan masih sebuah pertanyaan yang masih menlambung tinggi di angan ku, apakh mereka tidak membaca CV ku yang jurusan teknik sipil dan bangunan hahaha, ujarku sambil senyum sendiri.

Sabtu 7 maret 2015, hari ini bertepatan dengan acara wisuda di universitasku, kak devi dan kak ari, hari ini begitu tegap memakai toga nya, dan aku melihat dari kejauhan dan melambaikan tangan, seraya menjerit, " maaf kak, aku nggk bisa lama-lama, karna mau ngurus keberangkatan ku ke makassar?",  " apa , nggak dengar ", ujarnya samar-samar sampai di telinggaku. suara disini begitu indah seperti di tempat orang pesta. aku tulis dalam sebuah kertas, dan aku lemparkan kearah nya yang duduk di kursi nomor dua, dan aku senyum, lalu selesai ia baca aku langsung mentapnya dan pergi.

suasana BAAK hari ini tidak begitu baik, karna surat tugasku  belum juga selesai di tanda tangani pak PR III ku, ia sangat sibuk hari ini, hingga tak bisa menyisakan seberapa tetes tintanya untuk ku nikmati seperti air kukubima pagi tadi. kulihat pak harry, pak herman dan pak pailus lagi berdiskusi di kecil di pojok sana, aku hanya mendengar nya samar-samar hampir tak ada suara, aku dan bang apri hanya duduk diam saja di kursi yang sangat empuk seperti para wakil rakyat sedang mengadakan rapat, sayangnya nggak ada biaya dan suguhan uang disini. ku amati gerak gerik mereka bertiga seperti sang detektiv conan yang biasa ku baca waktu SMA dulu di dalam perpus, huuuu..  pak herman mengeluarkan Handphone nya dan bicara, bicara itu singkat sekali, kalau di analaisi di dunia, mungkin pak herman perlu di berikan pengahargaan team Record dunia, sebagai penelpon tersingkat di dunia :). ia memanggilku, dan aku berjalan menghampiri mereka di meja pak pailus, dan ai bilang, pak retor stuju kamu berdua berangkat ke makassar, dan ia tidak bisa tanda tangani langsung dan kita scan saja tanda tangan nya, dahi ku mengkerut. pak pailus senyum melihaku, mungkin merasakan betapa pentingnya acaraku disana nantinya, untuk Universitas dan UKm pusat pengenmabngan Ilmiah dan penelitian mahasiswa, aku balas senyum nya, dan aku hanya diam. 

" ini van suratnya, berikan dengan pak harry " ujarnya dengan suara yang sangat lembut. akhirnya selesai lah sudah urusan ku disini, mereka menepuk bahuku dan "berucap jaga kesehatan yah selama disana, jaga nama baik Universitas kita" ujar pak herman padaku. mereka semua tersenyum seperti meng iyakan kata-kata dari pak herman tadi. aku menyalami satu persatu dari orang tua ku disini, di kota pelabuhan rantau ku. Ranah minang.

" aku dan bang apri, jadi berangkat ke makassar" ujarku ke seorang yang ada di kalimantan sekarang, ia sedang Praktek lapangan di PT, Admika, ia Andika Putra Sekretaris jenderal Ikatan Lembaga Penelaran dan penelitian  Mahasiswa Indonesia ( ILP2MI ). " oke , salamkan nanti dengan temen-temen disana, dan ingat satu hal, kamu adalah Penaggung Jawab Sekretaris jenderal sekarang, dan kamu harus ingat satu hal, kamu bukan untuk dilayanai seperti Delegasi dan finalis nantinya, dan jadilah bagian dari mereka, dan rasakan apa yang mereka rasakan dalam mengangkatkan acra tersebut, ku yakin kamu bisa " ujarnya dengan suara yang sangat santai sekali, " iya, mohon doanya, dan bimbingan nya untuk disana, kamu bisa berangkatkan ? " ujarku polos , padahal aku sudah tahu, Bang Andika putra, nggk bisa berangkat, hanya sekedar basa-basi. " aku nggak dapat izin dari perusahaan , " itu kata-kata dengan nada sedikit aneh. " iya, aku akan jaga nama mu dan PPIPM" dan seperti biasa teleponnya berakhir.

 minggu, 8 maret 2015, kami berangkat, dan sampai ke bandara sultan hassanudin denga traslite dari bandar soekarno hatta, tidak tanggung-tangggung kami di bandara sang promator bangsa , terjebak  4 jam. muka bang apri lucu bnget, seperti ikan asin di pasaran hahah. padahal aku nggak jauh beda .

jam 10. 40 kami berangkat dari jakarta dan sampai jam 14. 55, dan aku kehilangan waktu 1 jam di perjalanan, entah kemana waktu dua jam ini, WIB ke WITA, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas waktu ini. heh. padahal jam ku masih menunjuk pukul 12. 57.

rijal menelponku, seorang mahasiswa dari Universirtas hassanudin, menanyakan sudah sampai mana, dan ia dalam perjalanan untuk membebaskanku. dalam masa menunggu ku dan bang apri, keluar dari pintu tempatku seperti selebritis, yang bannyak orang menanti kerabatnya atau pun tukang supir taksi yang menggantungkan hidupnya pada, penumpang yang mau menerima jasanya. keluar seorang laki-laki dan wanita yang hampir sama tinggi, di switer yang ia pakai ada tulisan UNESA ( universitas surabaya), akau langsung berlari kearahnya, dan benar ia juga peserta DIKLATNAS( pendidikan dan pelatihan nasional) di universitas muhammadiyah makassar. kami berbincang sedikit, dan ia kami berjalan bersama ke bawah mencari musola untuk melakukan ibadah sholat as

Tidak ada komentar:

Posting Komentar